Alumni


Billy Sarbine Prabowo (angkatan ke-1/2001)

billy-test
Lulusan ITB, Bekerja di sebuah perusahaan.
Ptama2, mgkn mimkho sy akan sangat berbeda dengan mimkho sekarang atau pun jaman angkatan 3-4. y katakanlah, sy angkatan pertama mimkho, yg hanya mengalami 1 tahun sajah sebagai SMUIT mimkho.. punya 2 baju olah raga pula (biru-abu2 dan hijau dangdut), dengan nama beda tentunya.. mgkn temen2 mimkho dari yp-smp saf angkatan 4-5 akan cukup tau…

mimkho adalah sebuah impian sederhana luar biasa, dan merasa harus diakui [oleh selain mimkho tentunya] dengan cara yang baik dan luar biasa…
*tiba2 inget film naruto, halah halah… :p

nama mimkho ini lah yg membuat sy bertahan, di kenal d kampus dan lingkungan semesta alam. walau dalam menjalaninya tidak mudah, tidak ada kakak kelas untuk d contoh, belum ada sejarah sbg SMUIT MimKho untuk diambil hikmahnya.. pikiran awal selain “y jalani sajah…” adalah “kita (angkatan I) yg bikin contoh seperti apa mimkho kedepannya, nama baiknya, kebanggaannya”, “kita yang bikin sejarah itu dimulai”, “anna miftahul khoir!!!”

y, yg sy alami d mimkho luarbiasa, romantismenya, petualangannya,.. sederhana berharga tentunya, walau hanya 1 tahun…

cheers.


Nanda Andhika (angkt-4/2004)

dika1Mahasiswa UNPAD

SMAIT Miftahul Khoir…
kecil, bukan berarti penakut..
sedikit, bukan berarti kalah…
aneh, bukan berarti salah…
kurang, bukan berarti tidak mampu…

Sekolahku terbilang kecil(hanya satu gedung-dulu malah cuma setengahnya)
tapi kami lebih berani membuat “hentakan” kecil dengan program2 sekolahnya…

muridnya hanya sedikit(perbandingannya 1 sekolah mimkho=1 kelas sma negeri)
tapi mungkin kami satu2nya sekolah yang pernah melanglangbuana berpetualang penuh satu sekolah

pemikiran kami sedikit aneh(bermain sambil belajar, belajar benerannya pas NR, SANSAI, dll)
tapi percayalah, suatu saat semua sekolah bakal menjiplak program2 “aneh” kita…

fasilitasnya sangat kurang( 1 lapang serba guna, 1 mesjid, 1 lab “alam” kimia,dan saya g tau lagi)
tapi kami mampu menyulap semuanya,
1 lapang futsal kami mampu memperkuat ikatan keluarga
jauh lebih berguna daripada lapang “GBK” yang isinya rusuh….
1 mesjid kami mampu membuat seorang “rocker”(david) membaca AL-matsurat pagi dan sore
hampir sama dengan masjid istiqlal jakarta, walau tanpa kemegahannya..
1 lab “alam” kami yang tidak akan pernah kekurangan bahan penelitiannya…

satu sekolah sederhana, dengan berjuta ide yang di”masak” dengan bumbu kekeluargaan