REALITA

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan dunia.”

itulah perkataan presiden pertama indonesia yang menjelaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan Bangsa dan Negara,karena generasi muda adalah penerus sekaligus pewaris Bangsa dan Negara.

Maka kami di tuntut untuk bermimpi setinggi langit.Namun sebagian dari kami sejak kecil-nya di ajari untuk tidak bermimpi terlalu tinggi karna kami benar-benar tau kemampuan dan strata kami. Lebih tepatnya,orang tua kami sangat takut jika mereka tak bisa memenuhi impian kami.

Dari situlah yang membuat kebanyakan generasi muda takut untuk mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan jangkauannya ,padahal itu bisa menjadi pengalaman baru bagi nya.

Akupun begitu,merasa iri pada mereka yang mampu mengungkapkan angan-angan untuk masa depan yang lebih gemilang,iri pada mereka yang memiliki semangat untuk meraih itu semua.

Karena aku hanyalah seorang boneka yang tidak percaya diri,dituntut untuk menjadi nomor satu namun gagal dan berakhir dengan cacian.

Disaat orang lain mulai bangkit,aku masih tetap setia berada di kegelapan ini.Orang bilang menangis memberikan kita sedikit kebebasan,nyatanya itu hanya membuat kita berfikir bahwa segalanya akan membaik jika kita menangis.Padahal menangis tak mampu menyelesaikan masalah.

Terkadang aku mencoba untuk membela diri,tapi itu semua tidak berguna karena mereka menyuruh ku untuk diam dan duduk manis menerima cacian itu

“Hey bukannya dia hanya mencaci bisa,bukanya kamu sudah bisa di caci?jadi kenapa kamu bertindak berlebihan”

Lihat?kalau sudah seperti ini siapa yang harus aku salahkan?hasil didikan;atau pergaulannya?

Lalu jika aku sudah terbiasa di caci artinya aku baik baik saja?artinya aku akan kebal dengan cacian itu?kalian pikir aku manusia yang hidup di antara cacian?

Sekali lagi aku tidak akan menangis, yang aku butuhkan adalah peran seseorang bukan menangis .karena kehangatan jauh lebih berguna ketimbang isak tangis.

Sekarang aku mengerti,bahwa kebebasan berpendapat hanya di miliki oleh mereka yang terlahir cerdas dan orang-orang terpandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *