ANTARA PUASA DAN BELAJAR

Pesantren Sains(SANSAI) 2017 –-Pada dasarnya setiap anak memiliki hak untuk mengenyam pendidikan untuk mendapat sebuah pembelajaran, baik di rumah maupun di sekolah. Biasanya pendidikan di rumah dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar, sedangkan pendidikan di sekolah adalah suatu penyelarasan pendidikan yang sebelumnya diterapkan dirumah.

Sebenarnya pembelajaran itu sendiri dapat di lakukan di berbagai macam situasi dan keadaan, pembelajaran bukan cuma dapat dilakukan di rumah atau disekolah melainkan di luar lingkup di keseharian kita. Kali ini saya akan membagi sedikit pengalaman saya ketika melakukan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman budaya,pariwisata,ekonomi suatu daerah yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 Juni 2017 di Desa kertawirama, Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

SANSAI ( Pesantren Sains ) sendiri adalah bagian dari program Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Miftahul Khoir, merupakan sebuah edukasi yang dimana setiap muridnya di bentuk menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas penelitian berdasarkan tema yang sudah di tentukan. Karena identik dengan penelitian maka disebutlah dengan sebutan pesantren sains, SANSAI biasanya dilaksanakan pada bulan puasa atau ramadhan selama 4-5 hari.

Selain itu di pesantren sains ini kami belajar bagaimana dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.  Kebetulan saat itu kelompok saya mendapatkan tugas untuk meneliti potensi pariwisata yang ada di Desa Kertawirama, Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kami meneliti tentang potensi pariwisata Curug Bangkong, untuk mengetahui potensi pariwisata yang terdapat di curug tersebut metode yang kami lakukan adalah dengan cara membagikan kuisioner,wawancara, dan observasi ke lokasi curug bangkong tersebut.

Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi kantor desa setempat untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci tentang curug tersebut, Alhamdulillah ada seorang bapak yang bertugas sebagai kepala sumber daya yang ingin mengantarkan kami ke Curug Bangkong yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor desa, hanya saja medan jalan nya yang naik turun yang membuat perjalanan terasa semakin jauh.  Dan kebetulan saat itu kami dalam keadaan berpuasa. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan terasa melelahkan kami di suguhkan keindahan curug yang luar biasa indahnya, hanya saja dari keindahan yang di miliki curug tersebut , masih banyak masyarakat yang kurang perduli dan antusias dengan lingkungan di sekitar curug padahal mungkin saja Curug Bangkong ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Setelah mengumpulkan data dari observasi,pembagian kuisioner, dan wawancara dengan masyarakat sekitar, waktunya kami untuk menyusun laporan dan setelah itu ada sidang untuk penelitian yang kami lakukan. Setelah berada cukup lama untuk melakukan penelitian disana, alhamdulillah akhirya kami kembali lagi ke bandung dengan sehat dan selamat.

Banyak pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan, khususnya saya dapatkan selama belajar dan mengikuti program di SMAIT Miftahul Khoir ini. Insyaallah kedepannya dapat bermanfaat bagi kami,sebagai bekal di perjalanan dan petualangan yang berikutnya

Oleh Thirafi Yasyifa Ramadhan

(Siswa Kelas XII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *